Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH


Link


Oleh
WA Wicaksono

JAKARTA - Konon beberapa waktu lampau, saat dunia sibernetika dilahirkan, muncul banyak kekhawatiran tentang terciptanya golongan-golongan atau komunitas manusia yang antisosial. Sampai-sampai sempat populer apa yang dijuluki para kritikus futuristis sebagai “manusia kamar”, yaitu orang-orang yang lingkup hidupnya hanya berkutat di dalam kamar.

Orang-orang, karena kecanggihan dunia maya (internet), terjelma sebagai manusia-manusia manja yang memenuhi segala kebutuhan hidup hanya dari depan komputer.

Semua kebutuhan yang mereka inginkan bisa didapatkan dengan menjelajah internet, klik keyboard dan mouse semata. Akibatnya mereka enggan keluar kamar, bersosialisasi secara natural dan beraktivitas yang memerlukan pengeluaran tenaga.

Ternyata prediksi dan asumsi tersebut sirna seiring semakin pesatnya kemajuan dunia internet. Fenomena yang muncul justru sebaliknya. Fasilitas-fasilitas yang tercipta dalam dunia internet justru menjadikan manusia semakin gampang bersosialisasi. Kenisbian ruang dan waktu dalam dunia maya justru menjadi daya rangsang interaksi antar manusia. Tengok saja betapa meledaknya penggunaan fasilitas-fasilitas interaksi sosial bermedium internet seperti email, messenger, friendster, blogger, dan mailing list.

Mitos “manusia kamar” pun dipatahkan oleh kenyataan bahwa para pengguna fasilitas internet tidaklah berhenti dan terjebak di dunia maya semata.

Berawal dari keakraban interaksi di internet, akhirnya mereka justru terdorong untuk berinteraksi secara natural. Pertemuan langsung yang lebih akrab dengan sebutan “kopi darat” pun terjadi. Dus… ramalan akan menjamurnya manusia kamar pun harus direvisi atau malah dihapuskan sama sekali.


Aksi Para Petualang Alam
Gebrakan paling aktual yang cukup menggelitik sekarang ini adalah digelarnya event Cyber Camp 2005 oleh gabungan mailing list para pehobi kegiatan alam bebas yang disponsori oleh AVTECH - sebuah produsen peralatan petualangan alam bebas di Indonesia. Terhitung ada sembilan mailing list, yaitu Pendaki, Jejak Alam, Indonesia Geographic, Pangrango, Jejak Petualang, HighCamp, Indo Backpacker, Nature Trekker dan Merbabu.

Event yang rencananya akan dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Sukabumi pada 31 Desember 2005 – 1 Januari 2006 tersebut dimaksudkan untuk merayakan datangnya tahun baru 2006.

Karena penyelenggaranya adalah pehobi petualangan alam bebas, tentu saja nuansa acara yang dikemas akan sarat berbagai kegiatan di alam bebas. Ada api unggun, barbeque, trekking di Canopy Trail, trekking ke air terjun sekaligus workshop Manajemen Perjalanan. Tidak main-main, workshop ini menghadirkan seorang pendaki senior Indonesia yang merupakan salah satu anggota tim ekspedisi Everest Indonesia, ”Ogun” Gunawan. Namanya sudah tidak asing lagi di kalangan para petualang gaek.

Benar-benar acara menantang yang bermula dari keakraban para pehobi petualangan alam bebas melalui dunia maya yang disebut mailing list.

Apalagi acara ini tidaklah berorientasi profit. Dengan uang pendaftaran sebesar Rp 60.000/orang, peserta akan mendapatkan fasilitas transportasi dari Jakarta ke lokasi PP, 3 x makan (plus kopi dan teh), stiker, t-shirt, serta peluang hadiah dari games unik. Peserta diwajibkan membawa tenda, sleeping bag dan selimut sendiri. Tentu saja, peserta yang tidak mempunyai tenda terpaksa dikenakan biaya tambahan untuk sewa tenda.

Penulis adalah pemerhati IT dan pehobi kegiatan alam bebas






Add a Comment
   
Pendaki
Join this Group!Add to My Yahoo
Report Abuse